BT Game - шаблон joomla Joomla
Log in Register

Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Archive Module
news
Berita

Berita (6)

Kami menyajikan berita-berita menarik seputar pariwisata Indonesia pada umumnya dan Riau khususnya.

Nanti malam tanggal 6 Agustus 2016, tepatnya hari Sabtu malam ada peristiwa menarik yang akan terjadi di tanah air. Malam tersebut mulai pukul 20.00-21.00 WIB adalah Hari Keantariksaan, demikian dijelaskan oleh kepala LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Thomas Djamaluddin.

Untuk ikut memeringati hari tersebut, ia menghimbau masyarakat Indonesia untuk sejenak mematikan lampu-lampu yang ada di rumah sehingga Anda dan keluarga bisa menikmati indahnya taburan bintang di langit.

Thomas mengkampanyekan gerakan mematikan lampu atau Malam Langit Gelap (Dark Sky Night) tersebut di akun jejaring sosial Facebook miliknya, dan mendapat respon cukup baik dari netizen.

Menurut Thomas, untuk bisa menikmati indahnya jutaan bintang di langit maka lampu-lampu memang harus dimatikan. Suasana gelap makin memperjelas pemandangan langit dan Anda bisa menikmati indahnya dengan mata telanjang.

Tujuan kampanye tersebut tak semata agar bisa menyaksikan jutaan gugusan bintang, namun juga untuk mengurangi polusi cahaya yang saat ini banyak terjadi di perkotaan. Lampu sudah jadi bagian dari hampir semua hal, semisal di kendaraan, di gedung, lampu jalanan, juga di rumah-rumah dan pusat perbelanjaan.

Akibatnya kini keindahan langit saat malam kurang jadi daya tarik bagi manusia untuk dinikmati bersama keluarga. Sinar buatan tersebut juga menghalangi cahaya bintang di malam hari sehingga tak bisa dinikmati.

Ada banyak rasi bintang lain yang bisa dilihat, misalnya rasi Angsa (Cygnus), rasi Layang-Layang atau Salib Selatan (Crux), rasi Kalajengking (Scorpio), bahkan planet Mars dan Saturnus. Yuk sama-sama lihat angkasa nanti malam.

Terminal 3 Ultimate Telah Beroperasi, Mampu Tampung 25 Juta Penumpang
20, Aug

Akhirnya kegiatan operasional Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta telah resmi dimulai pada 9 Agustus 2016. Bangunan baru yang megah dan mewah tersebut sejak dini hari telah ramai didatangi calon penumpang dan petugas serta berbagai pihak yang terkait. Pasalnya, walau baru dibuka namun telah ada dua jadwal penerbangan oleh maskapai penerbangan Garuda yang akan beroperasi pada dini hari tersebut rute Jakarta-Jayapura pukul 01.20 WIB.

Kondisi Terminal 3 yang di beberapa tempat tampak masih belum rapi dan sedang digarap oleh pekerja, sempat dikeluhkan oleh penumpang. Menurut mereka, jika memang belum siap sepenuhnya untuk dibuka maka sebaiknya tak dipaksakan.

Masalah lain yang dirasa perlu diperhatikan adalah penyediaan kursi tunggu yang sangat dibutuhkan oleh penumpang. Akibat kurangnya fasilitas tersebut, calon penumpang banyak yang terpaksa duduk di lantai.

Di hari pertama pengoperasian Terminal 3 Ultimate, tampak hadir pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menggantikan Ignatius Jonan, Menhub sebelumnya. Ia turut memeriksa berbagai fasilitas yang terdapat di bangunan yang disebut-sebut bakal menyaingi bandara Internasional Changi, Singapura.

Fasilitas pendukung seperti pemeriksaan sinar X, konter check in, toilet, mushola, ruang tunggu, sampai area komersial berisi toko buku dan restoran tak luput dari perhatian Budi.

Merah Putih Raksasa Terbentang di Laut Raja Ampat Papua Barat
20, Aug

Di Hari Kemerdekaan RI ke-71, sebuah Bendera Merah Putih raksasa tampak terbentang di laut Pulau Painemo, Raja Ampat, Papua Barat. Bendera tersebut berukuran 140 meter x 35 meter dan dibentangkan di atas laut oleh beberapa buah perahu bermotor.

Peringatan kemerdekaan yang unik itu juga dilengkapi dengan sejumlah perahu nelayan yang berbaris membentuk tulisan angka 71, usia Republik Indonesia saat ini. Karena langka dan bendera yang digunakan masuk terbesar di tanah air, maka Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) mencatat peristiwa yang berlangsung 16 Agustus 2016 itu.

Penyelenggaranya adalah Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama dengan TNI serta warga masyarakat yang antusias menyaksikan. Diperkirakan lebih dari seribu warrga yang tumpah ruah di sekitar lokasi untuk melihat momentum perayaan HUT RI ke-71 tersebut.

Tampak beberapa pejabat setempat seperti Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI Hinsa Siburian, Danrem 171/PVT Brigjen TNI Purnawan Widi Andaru, Kepala Basarnas Sorong Brigjen TNI Wahyu Nugroho, Danlantamal XVI/Srg di Wakili Oleh Asintel Lantamal Kol Laut (P) I Dewa Wirana, Aster Kasdam Kol Inf Edwar Sitorus serta beberapa pejabat, tokoh adat serta tokoh agama lainnya.

Dilansir laman antarapapua.com, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dalam sambutannya mengungkap bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.

Bendera raksasa yang telah berhasil dikibarkan di antara kepulauan di Raja Ampat itu bentuk nyata wujud kebanggaan dan rasa cinta kepada NKRI, tambah dia. Hal itu juga untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya lagi.